Kebiasaan Yang Sangat Berbahaya

Kebiasaan Yang Sangat Berbahaya

Kebiasaan Yang Sangat Berbahaya, Sering Kita Lakukan Ini Ternyata

Kebiasaan yang sangat berbahaya seperti minuman mengandung alkohol, merokok, atau makanan cepat saji ialah contoh rutinitas kurang sehat yang sudah umum dijumpai. Sayang, banyak juga rutinitas setiap hari yang sepintas terlihat aman, tetapi rupanya dapat berpengaruh jelek untuk kesehatan.

Baca Juga: Kebiasaan Buruk Yang Menyebabkan Ketombean

Kamu dapat baca pembahasan di bawah ini, berkenaan rutinitas apa saja sich yang rupanya beresiko. Jangan-jangan ada kebiasaan yang sangat berbahaya kerap kamu kerjakan?

Kantongi dompet di saku belakang celana

Rutinitas ini biasanya dikerjakan oleh lelaki. Benar-benar nyaman dan ringkas, sich. Tetapi, dibalik rutinitas yang terlihat remeh ini, ada bahaya yang mengincar.

Mencuplik Advantage Chiropractic Clinic, rutinitas duduk di atas dompet, apa lagi bila dompetnya tebal, dapat mengakibatkan sakit punggung, pinggul, bahkan juga kaki. Ini sebab sikap duduk yang “tertahan dompet” akan mengusik saraf skiatik (sciatic nerve) dan mengakibatkan status panggul dan tulang belakang tidak sejajar atau bengkok, dan dapat mempengaruhi susunan tulang belakang nanti.

Menurut Dr. Brad Adams, D.A.C.O., bila sikap duduk di atas dompet dikerjakan sepanjang 15 menit atau kurang, kemungkinan tidak ada permasalahan. Tetapi, jika semakin lama dari itu, seharusnya alihkan dompet ke saku pakaian. Sesudah lakukan ini, nanti kemungkinan berasa, rasa misteri yang kerap dirasakan akan raib.

Bawa handphone ke tempat tidur

Rutinitas setiap hari yang lain rupanya kurang sehat ialah bawa handphone ke tempat tidur dan memainkan sampai sebelum waktunya tidur.

Satu riset yang termuat dalam jurnal Chronobiology Internasional mengaitkan, pancaran cahaya biru dari piranti elektronik seperti tablet, handphone, atau netbook, pada pukul 9-11 malam dapat mengusik waktu atau kualitas tidur.

“Sinar yang dikeluarkan oleh sejumlah besar monitor – computer, handphone, dan tablet – ialah sinar biru yang menghancurkan transisi badan dan tidur kita,” tutur Prof. Abraham Haim dari Kampus Haifa, Israel, salah satunya periset dalam studi di atas.

Melalui hasil riset bisa dibuktikan jika pancaran cahaya biru dari handphone bisa turunkan produksi melatonin, hormon penting pengontrol tidur, menyebabkan transisi tidur dan irama biologis badan jadi terusik.

Prof. Abraham menerangkan, saat seorang tidur, secara perlahan-lahan temperatur badannya alami pengurangan, sampai di titik paling rendah pada pukul 4 pagi, kemudian, temperatur pelan-pelan normal kembali, dan waktu itu kita terjaga.

Dari penilaian, pancaran cahaya biru saat sebelum tidur membuat badan menjaga suhu normal semalaman, hingga menghancurkan jam biologis alami kita.

Seharusnya jauhi bermain handphone minimal satu jam saat sebelum tidur, agar tidur kamu cukup dan bermutu, hingga kesehatan juga terbangun.

Makan begitu cepat

Di jaman serba cepat seperti saat ini, beberapa orang yang tidak akan nikmati makan dengan semestinya. Tergesa-gesa pengin mengakhiri pekerjaan, membuat orang makan secara cepat. Walau sebenarnya, rutinitas ini tidak sehat.

Satu studi yang diedarkan dalam Journal of the American Dietetic Association menyertakan 2.500 wanita berumur 40-50 tahun selaku simpatisan. Hasilnya, rupanya makan secara cepat terkait dengan kenaikan index massa badan atau mengakibatkan kegemukan.

Studi yang lain termuat dalam jurnal Circulation mengaitkan, makan dengan perlahan-lahan kecuali dapat menahan kegemukan, dapat turunkan resiko terserang sindrom metabolik, yaitu beberapa masalah kesehatan yang bisa tingkatkan resiko terserang penyakit jantung, stroke, dan diabetes.

Menyertakan 1.083 orang simpatisan, hasil riset itu mendapati, cuman 2,3 % dari aktor makan dengan lamban (slow eater) yang alami sindrom metabolik, sesaat untuk aktor makan dengan kecepatan normal (normal eaters) sekitar 6,5 %, dan yang tertinggi, yaitu sekitar 11,6 % dirasakan oleh aktor makan cepat (fast eaters).

Merilis ScienceAlert, menurut Takayuki Yamaji, kardiolog sekalian salah satunya periset, seorang yang makan secara cepat condong tidak berasa kenyang hingga makan terlalu berlebih, ini mengakibatkan berlangsungnya fluktuasi glukosa yang semakin besar, hingga memacu resistansi insulin.

Itu penyebabnya, menurut Takayuki, makan dengan perlahan-lahan bisa saja usaha menahan berlangsungnya sindrom metabolik, seperti tekanan darah tinggi, kandungan gula darah tinggi, dan rendahnya cholesterol baik atau high-density lipoprotein (HDL).

Langsung sikat gigi sesudah makan

American Dental Association mereferensikan sikat gigi 2x satu hari memakai pasta gigi yang memiliki kandungan fluorida, semasing dikerjakan sepanjang 2 menit.

Rutinitas menggosok gigi ini penting untuk hilangkan sisa-sisa makanan dan plak, yaitu susunan putih lunak dan lekat pada gigi yang berisi bakteri. Sesudah melahap makanan, atau konsumsi yang memiliki kandungan gula, bakteri pada plak akan hasilkan asam yang bisa menyerbu enamel gigi, mengakibatkan gigi berlubang.

Plak yang tidak di hilangkan bisa membuat karang dan memunculkan bermacam penyakit gigi dan mulut.

Walau menggosok gigi itu baik, penting diingat timing-nya. Menggosok gigi selekasnya sesudah makan tidak dianjurkan, apa lagi sesudah konsumsi tipe makanan asam (pH rendah). Asam ini akan lemahkan enamel gigi, dan menyikatnya malah bisa hilangkan enamel itu, mengakibatkan gigi keropos.

Beberapa macam konsumsi yang condong memiliki sifat asam diantaranya ialah kopi dan alkohol, produk susu (misalkan keju dan mentega), minuman dan makanan manis, daging fresh atau olahan, minuman bersoda, dan buah jeruk.

Bila kamu benar-benar type orang yang tidak nyaman jika tidak sikat gigi sesudah makan, minimal tunggu hingga 30 menit, baru menggosok gigi.

Keringkan tangan dengan pengering udara (hand dryer)

Tipe pengering tangan udara (hand dryer) kerap kita temui di toilet-toilet tempat umum, seperti pada mal. Walau pemakaiannya diklaim lebih ramah lingkungan dibandingkan pemakaian tisu, tapi bukan bermakna lebih aman. Kenyataannya, ada resiko penebaran tipe bakteri dari tinja ke tangan.

Mencuplik situs sah Kampus Harvard, studi yang termuat dalam jurnal Public and Environmental Health Microbiology mempelajari kandungan mikroba dalam udara dalam kamar mandi. Hasilnya, cawan petri yang didiamkan sepanjang dua menit terkena udara kamar mandi, dengan keadaan hand dryer dimatikan, rupanya hasilkan perkembangan 1 koloni bakteri.

Saat itu, cawan petri yang terkena hand dryer sepanjang 30 detik, hasilkan perkembangan bakteri sampai 254 koloni. Sesudah dites selanjutnya, rupanya sejumlah besar bakteri itu bukan berawal dari mesin pengeringnya, tetapi dari udara dalam kamar mandi yang selanjutnya dihisap oleh mesin pengering.

Beberapa periset menyangka, waktu seorang orang menyirami toilet pada kondisi terbuka, ada percikan-percikan berupa kabut tipis yang memiliki kandungan bakteri, selanjutnya menebar pada udara dan terhisap ke dalam hand dryer. Waktu hand dryer ini dipakai, bakteri yang ada didalamnya akan beralih ke tangan kamu. Jadi, memakai tisu masih semakin lebih aman dibanding memakai hand dryer.

Begitu Banyak Memoleskan Tirai Surya

Seluruh orang tahu jika mengimplementasikan tirai surya waktu melancong di bawah panas matahari ialah suatu hal yang harus. Banyak yang berasumsi jika tirai surya bisa menolong menghindar penuaan awal, kanker kulit dan menahan kulit menghitam.

Tapi tahukah Anda jika minimnya cahaya matahari dan vitamin D bisa mengakibatkan kanker tipe lain? Seperti kanker pankreas.

Riset Anne-Louise Ponsonby, seorang pakar pandemiologi di National Centre for Pandemiology and Population Health di Canberra, Australia, memperlihatkan jika kurangnya vitamin D dan pelindungan matahari yang terlalu berlebih bisa mengakibatkan multiple sclerosis — satu penyakit akut, umumnya progresif, yang menyertakan kerusakan selubung sel saraf di otak dan sumsum tulang belakang.

Tanda-tandanya seperti mati rasa, masalah berbicara dan otot mengejang, penglihatan buram, dan kecapekan kronis.

Anda memang seharusnya membuat perlindungan diri dari cahaya matahari langsung, tapi tidak boleh terlalu berlebih.

Demikian rutinitas setiap hari yang kerap disangka aman, tapi rupanya simpan resiko kesehatan. Nah, dari paparan di atas, rutinitas mana saja yang ada pada rutinitas harianmu. Jika memungkinkannya, mulai saat ini hentikan, ya, untuk menghindar resiko yang tidak diharapkan.